Ingin Buka Bisnis Apotek Ikuti Caranya Berikut Ini!

Ada banyak pilihan bisnis yang bisa diusahakan. Salah satunya adalah bisnis apotek. Membuka apotek termasuk salah satu bisnis yang memberikan peluang menjanjikan. Apalagi, di musim pandemi Covid-19 saat ini. Tentunya, ada banyak orang yang membutuhkan obat, vitamin, maupun suplemen, baik itu untuk mengobati sakit yang datang secara mendadak, untuk menebus obat yang ada di resep, atau hanya sekedar ingin memenuhi persediaan obat di rumah.
apotek

Namun, perlu diketahui bahwa, membuka bisnis apotek itu memerlukan banyak persyaratan hukum, sebab ini adalah bisnis khusus. Oleh sebab itu, bila Anda tertarik ingin membuka bisnis apotek, Anda perlu mengetahui caranya yang tepat.

Tips yang bisa anda ikuti adalah sebagai berikut;
1. Perhatikan pilihan lokasi bisnis Anda. Pilih tempat untuk membuka apotek yang memiliki akses mudah. Usahakan dekat dengan pemukiman warga.
2. Setelah tempat sudah ditentukan, penuhi perizinan membuka usaha apotek. Hal ini berkaitan dengan aspek legalitas bisnis apotek milik Anda. Proses perizinannya dapat dilakukan dengan cara mengajukan permohonan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten maupun Kota setempat yang dilampiri dokumen-dokumen yang diperlukan. Biasanya, setelah persyaratannya lengkap, Kepala Dinas akan mendelegasikan tim pemeriksaan setempat untuk melakukan peninjauan lokasi calon dibukanya apotek. Setelah semua persyaratan dipenuhi, barulah Anda akan mendapatkan Surat Izin Apotek (SIA). Dokumen yang dimaksud termasuk lisensi apoteker Anda dan pendaftaran usaha. Selain itu, beberapa dokumen yang Anda butuhkan adalah:
• Fotokopi Surat Izin Kerja (SIK) Apoteker Pengelola Apotek (APA) beserta fotokopi KTP-nya.
• Surat Pernyataan bahwa APA yang bersangkutan tidak merangkap atau bekerja di Apotek atau Industri lain dan sanggup sebagai APA di Apotek Anda.
• Fotokopi surat perjanjian kerjasama antara APA dan Pemilik Sarana Apotek (PSA) (di depan Notaris).
• Surat pernyataan PSA bahwa yang bersangkutan tidak pernah terlibat pelanggaran perundang-undangan di bidang Farmasi.
• Peta lokasi dan denah bangunan apotek.
• Status Bangunan dan kaitannya dengan PSA.
• Daftar Asisten Apoteker yang dilampiri Fotokopi Ijasah dan SIK
• Surat izin Atasan untuk APA yang bekerja sebagai PNS/BUMN
• Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
3. Setelah persyaratan dipenuhi, selanjutnya Anda perlu menyusun rencana bisnis apotek Anda. Perhitungkan aspek manajemen keuangan dalam mengkalkulasi semua biaya, termasuk biaya lokasi, asuransi, pajak, persediaan, lisensi, staf, pemasaran, serta proyeksi dan target pendapatan untuk 2 tahun pertama.
4. Lengkapi sarana dan prasarana apotek dengan berbagai fasilitas yang memadai, termasuk area berkonsultasi, ruang tunggu, dan ruang penyimpanan.
5. Pilih pemasok obat terpercaya dengan harga bersaing atau yang menawarkan fasilitas cicilan sehingga dapat mempermudah Anda dalam mengatur arus kas masuk dan keluar. Sebaiknya pula pilih pemasok yang Anda jadikan partner tersebut yang kredibel dan berkualitas, bukanlah pemasok yang menawarkan obat ilegal yang tidak terdaftar BPOM.

Setelah semua point-point tersebut Anda laksanakan, Anda bisa membuka bisnia apotek milik Anda sendiri. Demikian yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat.

exrush apps